Konsep Dasar Keamanan

 Konsep Dasar Keamanan




Tujuan dari Diterapkannya Tindakan Keamanan pada Sistem Komputer

  • Untuk meminimalisir resiko terhadap ancaman yang bisa terjadi pada suatu perusahaan atau institusi.
  • Untuk melindungi sistem terhadap kerentanan, artinya sistem tidak akan memberi izin kepada personal yang tidak berhak untuk masuk ke sistem tersebut.
  • Untuk melindungi sistem terhadap gangguan yang lain, seperti gangguan alam (sambaran petir, dan sebagainya).
5 Tujuan Keamanan pada Sistem Komputer
  1. Availability, berkaitan dengan ketersediaan data/informasi apakah diperlukan atau dibutuhkan.
  2. Integrity, mengacu kepada sebuah informasi yang hanya dapat diubah oleh pemililk informasi artinya tidak boleh diubah oleh orang lain.
  3. Control, segala informasi yang terdapat pada komputer bisa dijaga, diawasi atau dikontrol.
  4. Audit, untuk mengetahui log dan untuk mengecek kelemahan-kelemahan pada sistem komputer, mencari dan mengetahui kelemahan komputer serta untuk improvement.
  5. Confidentiality, menjaga data yang diberikan atau dikirim kepada orang lain untuk tujuan tertentu/khusus penyebarannya akan tetap terjaga dengan baik.

Contoh integrity yaitu, Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan di tengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.

Tindakan yang harus dilakukan oleh pengguna sistem komputer agar keamanan sistem komputer dapat terjaga, yaitu:
1. Protect with passwords

Banyak serangan cyber yang berhasil meretas karena kata sandi (password) yang lemah. Semua akses ke jaringan maupun data, sangat sensitif dan harus dijaga dengan nama pengguna dan kata kunci yang unik. Sandi yang kuat berisi angka, huruf dan simbol. Disarankan untuk setiap pengguna menggunakan kata sandi yang unik.
2. Design safe systems

Batasi akses ke infrastruktur teknologi Anda untuk mencegah mudahnya peretas dan pencuri merusak sistem Anda. Hilangkan akses yang tidak perlu ke hardware maupun software Anda, dan batasi hak akses pengguna hanya untuk peralatan dan program yang dibutuhkan saja. Bila memungkinkan, gunakan juga alamat email, login, server dan nama domain yang unik bagi setiap pengguna, kelompok kerja maupun departemen.

3. Conduct screening and background checks

Melakukan skrining dan pemeriksaan latar belakang pada karyawan perlu dilakukan. Sama halnya dengan meneliti kredibilitas mereka juga. Pada periode percobaan awal, akses terhadap data sensitif atau jaringan yang mencurigakan yang dilakukan oleh karyawan Anda harus dilarang dan juga dibatasi, agar sistem IT Anda menjadi aman.

4. Provide basic training

Pelanggaran keamanan yang tak terhitung jumlahnya kerap terjadi sebagai akibat kesalahan dan kecerobohan manusia. Anda dapat membantu dengan membangun budaya perusahaan yang menekankan pada keamanan komputer melalui program pelatihan yang memperingatkan berapa besarnya risiko pada penggunaan kata sandi, jaringan, program dan perangkat yang ceroboh.

5. Avoid unknown email attachments

Jangan pernah mengklik lampiran email yang tidak dikenal, yang kemungkinan bisa berisi virus komputer. Sebelum membukanya, hubungi pengirim untuk mengkonfirmasi isi pesan. Jika Anda tidak mengenal pengirim tersebut, baiknya Anda menghapus pesan, memblokir akun pengirim yang tidak dikenal, dan memperingatkan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

6. Hang up and call back

Jika Anda menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal yang tiba-tiba ingin memberikan hadiah dan berpura-pura hadiah itu diberikan oleh perwakilan dari bank atau mitra lainnya, segera akhiri panggilan yang tidak dikenal tersebut. Kemudian hubungi kontak langsung ke organisasi tersebut, atau salah satu nomor call centernya untuk mengkonfirmasi bahwa panggilan yang Anda terima tersebut sah/tidak.

7. Think before clicking 

Untuk menghindari penipuan yang terjadi melalui email yang meminta informasi nama pengguna, kata sandi atau informasi pribadi, Anda harus mempertimbangkannya kembali agar Anda tidak terdorong ke sebuah situs web palsu yang mendorong calon korban untuk memasukkan data mereka sendiri.

8. Use a virus scanner, and keep all software up-to-date

Baik Anda bekerja di rumah atau di jaringan kantor, disarankan untuk menginstal antivirus pada PC Anda. Banyak penyedia jaringan sekarang menawarkan aplikasi antivirus secara gratis. Di samping itu, menjaga perangkat lunak agar terus up-to-date juga mampu mencegah virus masuk dan membuat keamanan sistem IT Anda terjaga.

9. Keep sensitive data out of the cloud

Cloud computing menawarkan banyak manfaat dan penghematan biaya kepada bisnis Anda. Namun layanan semacam itu juga dapat menimbulkan ancaman tambahan karena data ditempatkan di server jarak jauh yang dioperasikan oleh pihak ketiga yang mungkin memiliki masalah keamanan tersendiri.

10. Stay paranoid

Rusak atau robek semua hal termasuk dokumen dengan nama perusahaan, alamat dan informasi lainnya, termasuk logo vendor dan bank yang sedang ingin berurusan dengan Anda. Jangan pernah meninggalkan laporan yang bersifat penting dan sensitif di meja Anda. Ubah juga kata sandi secara teratur dan sering, terutama jika Anda membaginya dengan rekan kerja Anda. Hal ini sangat penting Anda lakukan, untuk membuat keamanan sistem IT Anda terjaga.


Comments

Popular posts from this blog

Sejarah dan Perkembangan Video Game

Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian dan Pengorbanan

Firewall